Agung Kalimasyahda


HIV/AIDS

ASPEK SPIRITUAL KEAGAMAAN SEBAGAI SALAH SATU TERAPI  KELUARGA SADAR HIV/AIDS

skeleton-20-june

Agama merupakan nasihat (HR. Muslim) sebagai aturan hidup yang berisi larangan dan perintah Firman Allah mengatakan “ Demi masa seseungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal soleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran “( Surah Al Ashr ayat 1-3). “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manuasia supaya beribadah kepada-Ku” (Surah Adz Dzariyaat ayat 56). Hal ini menunjukan bahwa setiap perilaku manusia harus disesuaikan dengan norma-norma agama yang berasal dai Tuhan yang memberikan petunjuk serta perinath , bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku dengan benar. Prof J. Stinnet dan J.De Frain dalam penelitiannya yang berjudul “The National Study on Family Strengh menyebutkan bahwa keluarga-keluarga yang tidak dilandasi dengan agama yang kuat mempunyai resiko empat kali lebih besar untuk menjadi Broken home, termasuk ketida setiaan dang anti-ganti pasangan serta berbagai bentuk pergaulan bebas. Perilaku tyang bebas, penyelewengan seksualbaik yang dilakukan suami atau istri dengan penderita HIV/AIDS ini semua merupakan penyakit moral oleh karena itu penanganannya adalah dengan meningkatkan ketahan kelauarga, dan ini dapat dicapai dengan landasanagamayang kkuat yaitu dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masing-masing anggota kelauarga, sehingga keharmonisan dalam keluraga akan dapat dicapai dan mengembangkan kelauarga yang sejahtera. Bagi yang sudah menyeleweng atau sudah kena virus HIV/AIDS maka bertobatlah dan tidak mau melakukan lagi dan tidak akan menularkannya pada orang lainnya serta meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT, serta banyak amal soleh. Nabi bersabda “Bertobatlah kamu sebelum maut menjemputnya” Dan berdo’alah mohon kesembuhan.

K>H> Abdul Wahid juga berpendapat bahwa dalammencari jalan untuk menanggulangi penyebaran atau penularan HIV/AIDS perlu menggunakan isu moral keagamaan, karena masalah kesehatan ini muncul setelah terjadi vacuum moral, bergesernya nilai-nilai luhur , perilaku dan norma-norma kehidupan dan semua itu disebabkan kurangnya ketahan keluarga. Jadi kunci permasalahan HIV/AIDS adalah menciptakan keluarga yang selalu taat beragama sehingga peningkatan ketahan kelauarga dapat terwujut dan keluarga dapat mengembangkan dirinya menjadi keluarga yang sejahtera.

Mas Pamuji


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: